Tual,Liputan TriSatya - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, membangun kolaborasi, serta bersama-sama mendorong kemajuan dan kesejahteraan Provinsi Maluku. Ajakan tersebut disampaikan tertuang dalam sambutannya yang dibacakan Brigpol Irfan Stenli saat menjadi Pembina Dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku di Lapangan SMA Negeri 3 Tual Desa Yamtel Kecamatan Tayando Tam Kota Tual.
Kegiatan Upacara ini turut dihadiri oleh Forkopimcam, Koramil, Polsek, Perwakilan UPP Kelas II Tual, Para PNS lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Tual, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda serta Tamu undangan lainnya. Brigpol Irfan Stenli yang juga Bhabinkamtibmas Desa Tayando Yamtel ini juga katakan bahwa peringatan HUT Provinsi Maluku tidak boleh dimaknai sebatas seremoni Tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Daerah sekaligus meneguhkan komitmen membangun masa depan Maluku.

“Ketika kita memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku, Kita tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Hari ulang tahun harus menjadi momentum bagi kita untuk melihat ke belakang dengan rasa hormat, melihat hari ini dengan penuh tanggung jawab, dan menatap masa depan dengan keberanian,” Tema HUT ke-81 Provinsi Maluku Tahun 2026 adalah “Maluku Bersatu, Maju, Membangun Negeri”, mengandung pesan yang harus diwujudkan dalam kehidupan Bermasyarakat, Pemerintahan, dan Pembangunan Daerah.

Gubernur menilai persatuan merupakan kekuatan utama Maluku yang memiliki keberagaman pulau, budaya, adat istiadat, dan tradisi. Karena itu, perbedaan harus dikelola menjadi kekuatan untuk membangun Daerah. “Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan. Semangat Pela Gandong, ikatan Siwalima, dan Hidup orang Basudara harus terus kita hidupkan, bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi sebagai modal sosial yang sangat penting dalam membangun masa depan Maluku,” ujarnya.

Selain persatuan, Gubernur menekankan pentingnya mendorong Maluku menjadi Provinsi Kepulauan yang maju, Produktif, Berdaya saing, dan mampu memberikan Kesejahteraan bagi masyarakat. Menurut Gubernur, kekayaan Sumber Daya Alam dan potensi wilayah Maluku harus dikelola secara optimal melalui transformasi ekonomi, pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, industri pengolahan, UMKM, serta ekonomi kreatif. Maluku harus menjadi Provinsi Kepulauan yang maju, produktif, berdaya saing, dan sejahtera. Kita harus menciptakan lapangan kerja dan memperbesar nilai tambah bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan, Gubernur menyebut sejumlah agenda strategis yang perlu terus dikawal bersama, antara lain pengembangan Blok Masela, penyelesaian pembangunan Bendungan Way Apu, Maluku Integrated Port, perjuangan RUU Daerah Kepulauan, Hilirisasi sumber daya alam, serta berbagai agenda strategis lainnya. “Kekayaan alam Maluku tidak boleh hanya menjadi angka dalam Statistik. Kekayaan Maluku harus mampu diolah dan dikembangkan menjadi sumber kesejahteraan bagi rakyat Maluku,” Namun, ia mengingatkan bahwa Pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan Manusia harus menjadi bagian penting dari agenda Pembangunan Daerah.

“Pembangunan yang paling penting adalah membangun manusia. Karena itu, pendidikan, kesehatan, peningkatan keterampilan, penguatan karakter, inovasi, dan peningkatan kualitas generasi muda harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya. Ia menegaskan, generasi muda Maluku harus dipersiapkan untuk mengambil peran dalam menentukan masa depan Daerah. “Kita ingin anak-anak Maluku bukan hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku, penggerak, dan pemenang masa depan.
Brigpol Irfan Stenli melanjutkan bahwa pembangunan Maluku bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena Menurut Gubernur, berbagai tantangan pembangunan seperti Kemiskinan, Pengangguran, ketimpangan antarwilayah, keterbatasan konektivitas, dan kapasitas fiskal harus dihadapi dengan kerja bersama serta optimisme.

“Saya percaya kita tidak boleh takut terhadap besarnya tantangan. Sebab Maluku memiliki sesuatu yang jauh lebih besar daripada tantangan itu, yaitu kekuatan Persaudaraan dan ketangguhan orang Maluku,” ungkapnya. Menutup sambutan Gubernur Maluku, Brigpol Irfan Stenli mengajak seluruh masyarakat Maluku dari berbagai wilayah untuk menyatukan langkah dan kekuatan dalam membangun Negeri.

“Pada usia ke-81 ini, mari kita satukan langkah. Mari kita satukan kekuatan. Mari kita satukan seluruh potensi anak negeri,” terutama Kita yang berada di Kecamatan Tayando Tam sebagai Ujung Tombak dan Barometer Bagi Daerah lain di Maluku. Gubernur menegaskan bahwa seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menentukan masa depan Maluku. Gubernur Maluku Berharap dan Berpesan agar Generasi Muda saat ini tidak hanya menikmati hasil perjuangan para pendahulu, tetapi juga mampu meninggalkan warisan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.
“Jangan sampai generasi kita hanya dikenal sebagai generasi yang menikmati Maluku. Jadilah generasi yang meninggalkan sesuatu untuk Maluku. Tinggalkan Persaudaraan yang lebih Kuat, tinggalkan Pendidikan yang lebih Baik, tinggalkan Ekonomi yang lebih Maju, tinggalkan Pemerintahan yang lebih Bersih, dan tinggalkan Maluku yang lebih Sejahtera ujar Irfan Stenli menutup sambutan Gubernur Maluku.
Rangkaian Upacara Peringatan HUT Provinsi Maluku yang Ke 81 ini dilanjutkan dengan Penandatanganan Kesepakatan terkait Tata Tertib Dunia Pendidikan Bagi seluruh Warga Belajar dilingkup SMAN 3 Tual dan pada sore nya melanjutkan penanaman Pohon Mangrove di Pesisir Desa Tayando Yamtel sebagai Bagian dari Visi Gubernur Maluku Tentang Lingkungan Hidup.
#Basudara Terus Biking Bae
#Semua Demi Maluku Pung Bae










