Tual,Liputan Tri Satya - Program penanaman mangrove Nasional adalah upaya strategis pemerintah, TNI-Polri, dan komunitas untuk merehabilitasi ekosistem pesisir demi mencegah abrasi, melindungi habitat laut, dan menyerap karbon. Indonesia memiliki komitmen global dalam restorasi mangrove secara masif dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia memiliki target ambisius untuk merehabilitasi ratusan ribu hektare hutan mangrove hingga tahun 2029 yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 ini, penanaman jutaan pohon mangrove juga dilakukan serentak di ratusan titik pesisir seluruh Indonesia yang dilakukan Presiden Prabowo secara Simbolis dan diikuti oleh jajaran TNI, Polri, Para Pelajar serta masyarakat.
Penanaman ini sangat krusial, mengingat Indonesia memiliki salah satu kawasan mangrove terluas di Dunia yang berfungsi ganda untuk ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir. Selain untuk memperingati Harkitnas, Kegiatan ini juga digelar untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (International Day for Biodiversity) Tahun 2026, yang mana Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) akan menyelenggarakan kegiatan Youth Day Out pada Sabtu, 23 Mei 2026 yang dipusatkan di kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.

SMA Negeri 3 Tual yang terletak di Desa Yamtel Kecamatan Tayando Tam yang juga sebagai Benteng Terdepan dalam menjaga Ekosistim Pesisir Tidak Ketinggalan ikut Mensukseskan Kegiatan Tersebut. Kepada Media ini Via Ponsel Rabu 20 Mei 2026, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tual, Samsudin Rumaf S.Pd Katakan, Kegiatan ini selain sebagai Ekstra Kurikuler juga menjadi bagian dari Kepedulian Para Pelajar yang menyadari pentingnya Keberadaan Mangrove sebagai Benteng Alami di Pesisir, mengingat Topografi Desa Tayando Yamtel berada pada Pesisir Pantai.

Tak Tanggung Tanggung, Dirinya turun langsung bersama seluruh Siswa Kelas X dan XI serta Dewan Guru dalam Gerakan Penanaman Sejuta Mangrove Hari ini ujar Rumaf yang juga Kepala Sekolah Inspiratif Tahun 2017. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Biodiversity Week 2026 yang mengusung semangat keterlibatan Generasi Muda dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati Indonesia. Melalui aksi penanaman pohon mangrove, para Pelajar diajak untuk terlibat langsung dalam upaya Rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya perlindungan kawasan mangrove.

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mulai dari melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan gelombang laut, menyerap karbon, hingga menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna. Karena itu, penanaman mangrove tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim tutup Rumaf.










