Tual,Liputan TriSatya - Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tual, Samsudin Rumaf S.Pd Kepada Media ini usai Upacara HUT Provinsi Maluku ke 81 Tanggal 19 Agustus 2026. Samsudin Rumaf yang juga Peraih Award Kepala Sekolah Inspiratif dan Kepala Sekolah Inovatif Dari Seven Media Jakarta ini selanjutnya menguraikan bahwa Kegiatan Penanaman Pohon Mangrove ini sebagai Tindak lanjut dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, lewat program Ekstrakurikuler Adiwiyata yang telah berlangsung sejak Tahun lalu.

Kegiatan ini dimasukan sebagai Salah satu Eskul Unggulan SMA Negeri 3 Tual yang telah mendapat Respon Baik dari Dinas Kehutanan Provinsi Maluku Maupun BPBD Provinsi Maluku dan saat ini telah dilirik oleh Kementrian Kehutanan RI untuk dijadikan sebagai Pilot Project Bagi Sekolah Sekolah dikawasan Pesisir.

Samsudin Rumaf yang didampingi Personil Polsek Tayando Tam sekaligus Bhabinkamtibmas Desa Yamtel Brigpol Irfan Stenli juga mengungkapkan bahwa salah satu Visi Dari Gubernur Maluku Bapak Hendrik Lewerissa adalah Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Sumber daya alam berkelanjutan yang dituangkan dalam Misi Pemprov Maluku yakni:
1.Pengelolaan Wilayah Pesisir yang difokuskan pada perlindungan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.
2.Keberlanjutan SDA yakni Pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berbasis kepulauan.
3.Perubahan Iklim dengan Menjalankan program adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim.
4.Ketahanan Bencana yakni Memperkuat kesiapan Daerah dalam menghadapi ancaman Ketahanan Bencana.

Kegiatan ini menjadi Wajib Hukumnya Bagi Para Siswa yang tergabung dalam Pramuka Gudep Tanjung Inahat SMA Negeri 3 Tual. Samsudin Rumaf juga katakan bahwa penanaman mangrove ini selain untuk memulihkan lingkungan yang Rusak, juga untuk memperluas, dan menjaga Keseimbangan Ekosistem di Kawasan Pesisir, selain itu ini sekaligus untuk Mencegah Abrasi dan Erosi sebab Akar pohon mangrove yang kuat berfungsi sebagai Benteng alami untuk menahan Hempasan dan Gempuran Gelombang air laut dan angin agar tidak mengikis garis pantai.
Salah Satu Kegunaan Hutan Bakau adalah Menjadi habitat biota laut sebab Ekosistem mangrove menyediakan tempat berlindung, tempat mencari makan, dan tempat pemijahan bagi ikan, kepiting, udang, serta satwa lainnya, disamping itu, Mangrove juga Menyerap Karbon dan mampu Menyimpan gas karbondioksida (CO?) dalam jumlah besar, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

Satu Hal yang dirasakan Masyarakat Desa Tayando Yamtel adalah minimnya Air Tawar yang sehat dan Layak untuk Konsumsi sehingga Dengan Aksi Penanaman Sejuta Pohon Mangrove ini diharapkan dapat memperbaiki Kualitas Air Tawar di Dalam Desa Yamtel yang merupakan Ibukota Kecamatan Tatam.

Telah Banyak Daerah dan Wilayah yang sudah merasakan Manfaat Keberadaan Hutan Bakau sebab Akar dan endapan lumpur di sekitar mangrove membantu menahan air laut agar tidak merembes masuk mencemari air tawar di daratan. Disamping itu keberadaan Mangrove atau lebih dikenal dengan Hutan Bakau untuk Keberlanjutan Lingkungan dan menyelamatkan ekosistem Pesisir Pantai Sekaligus memberi manfaat besar bagi masyarakat tutup Rumaf yang juga mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Tual.










