Navigasi Utama

Skema School To Work Transition Bersama Kementrian Tenaga Kerja Adalah Solusi Atasi Pengangguran Lulusan SMK

Skema School To Work Transition Bersama Kementrian Tenaga Kerja Adalah Solusi Atasi Pengangguran Lulusan SMK

Surabya,Liputan TriSarya - Sejak Tanggal 24 Maret Tahun Lalu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Bersama  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Terus Bersinergi mengawal Program Pembangunan Bidang Ketenagakerjaan dengan Pendidikan Dasar dan Menengah. Hal ini dilakukan sebagai upaya menyelaraskan Dunia Pendidikan dengan kebutuhan industri, khususnya melalui skema School To Work Transition.  

Keseriusan Kemendikdasmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MOU) Sinergi Program Pembangunan Bidang Ketenagakerjaan dengan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

MOU ini ditandatangani setelah BPS dalam Rilisnya mencatat pengangguran paling banyak saat ini  adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 8,45 persen, diikuti lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 6,55 persen, kemudian lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menganggur ada sebanyak 3,76 persen selanjutnya pengangguran paling sedikit adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yang sebesar 2,29 persen. 

Sejalan dengan itu, Menteri Ketenegakerjaan (Menaker) Yassierli katakan bahwa MOU ini untuk menjembatani Dunia Pendidikan dengan Dunia Kerja agar lulusan SMA dan SMK lebih siap menghadapi tantangan di Dunia Kerja dan Industri. 
 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang dikelola Kementrian Tenaga Kerja.

Abdul Mu'ti katakan "Kami ingin memastikan bahwa lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dengan mendapatkan pelatihan di BPVP, para siswa akan lebih siap menghadapi tantangan Dunia Kerja dengan Keterampilan dan Skil yang lebih mumpuni," ujarnya. 

jadi sekalipun Rilis tersebut Benar, Dirinya meyakini bahwa Penyerapan Tenaga Kerja untuk lulusan SMK terbuka lebar dibursa Tenaga Kerja Luar Negeri seperti Jepang dan Korea  Tutup Abdul Mu'ti. 

Seperti diketahui, Transisi kerja dari SMK kini difasilitasi melalui Program School to Work Transition oleh Kemnaker dan Kemendikdasmen, yang fokus meningkatkan keterampilan lulusan melalui pelatihan di BLK (1 Tahun), Sertifikasi Kompetensi, dan magang industri.

Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor smart creative IT, green jobs, dan wirausaha. 
 

Berikut peluang kerja untuk transisi dari SMK:

1. Program Utama: School to Work Transition (Kemnaker) 

Pelatihan BLK/BPVP: Lulusan SMK mendapat pelatihan intensif 1 tahun untuk Up Skilling.

Magang Industri: Kesempatan magang di dalam/luar negeri dengan Perlindungan Tenaga Kerja (P2MI).

Sertifikasi Kompetensi: Pengakuan Keahlian untuk meningkatkan daya saing (contoh: IT, Welder, Fashion, Hospitality). 
 

2. Langkah Persiapan Transisi

Evaluasi Skill: Petakan kemampuan teknis yang dipelajari selama SMK dan PKL.

Buat CV Menarik: Highlight pengalaman PKL dan keahlian khusus.

Pelatihan Mandiri/Tambahan: Mengikuti pelatihan soft skill dan bahasa asing. 
 

3. Opsi Karir Lulusan SMK

Bekerja di Industri: Sektor potensial meliputi Administrasi, Customer Service, Sales/Marketing, Teknisi, hingga Kreatif (Desain Grafis, Penulis Konten).

Wirausaha: Memulai usaha mandiri berdasarkan keahlian kejuruan.

Freelancer: Menjadi pekerja lepas di bidang IT atau kreatif. 
 

4. Opsi Pendidikan Lanjutan

Vokasi (Diploma): Melanjutkan ke Perguruan Tinggi (Diploma/Sarjana Terapan) untuk meningkatkan mobilitas sosial. 

Program ini bertujuan mengurangi pengangguran muda dengan memastikan lulusan memiliki Kompetensi yang Relevan dengan masa depan (Future Jobs). 
 


 

 

Link berhasil disalin!
+